Buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya, peribahasa jadul yang mungkin tepat untuk menggambarkan karir seorang mantan striker haus gol, Ruud Van Nistelrooy.

Meneer Belanda berusia 41 tahun itu ketika masih aktif bermain sangat ditakuti oleh para bek-bek tim lawan. Bermodal tubuh gedenya, Nistelrooy mengalami masa-masa jayanya saat berkostum Manchester United era mbah Alex Ferguson pada musim 2001–02 sampai dengan musim 2005–06.

Setelah merasa dengkulnya kopong dan tak lagi mampu berlari, Nistelrooy akhirnya menggeluti dunia manajerial dengan bergabung bersama tim kepelatihan skuad muda PSV dan asisten pelatih utama PSV di musim lalu. Kekosongan pelatih tim U-19 PSV pasca ditinggal Mark van Bommel yang naik pangkat menjadi pelatih utama tim senior, telah membuka jalan bagi bang Ruud untuk menjajal posisi pelatih utama tim U-19 PSV musim depan.

“Ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengambil langkah berikutnya dalam perkembangan saya,” kata Van Nistelrooy dinukil dari Football Espana.

“Saya sudah memikirkan soal ini dan membicarakannya dengan sejumlah orang.”

“Ini adalah waktu yang sempurna untuk mengambil pekerjaan ini. Saya tak sabar untuk bekerja dengan tim bertalenta ini dalam kapasistas ini.” tutup pria yang sudah mencetak 150 gol untuk Manchester United itu.