in

Suporter Celtic Ramai-Ramai Kibarkan Bendera Palestina Saat Duel Melawan Tim Israel

Kemenangan 5-2 Celtic atas wakil Israel Hapoel Beer Sheva di laga kualifikasi Liga Champions tengah pekan lalu mungkin merupakan hal yang biasa dalam sepakbola. Namun, hal extraordinary dari laga ini adalah tingkah laku para suporter tuan rumah.

Celtic Park yang biasanya dihiasi lautan hijau, malam itu berubah menjadi hijau, putih, dan merah. Ratusan bendera Palestina dibentangkan oleh para suporter sebagai aksi mengecam isu kemanusian yang terjadi di sekitar Timur Yerusalem, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.

Aksi ini tentu mengundang kontroversi karena melanggar peraturan baik UEFA maupun sepakbola itu sendiri. Celtic membawa isu politik ke dalam lapangan yang bisa mengakibatkan tim asal Skotlandia itu mendapat hukuman.

Hukuman? Ah udah biasa kali!

Yap. Celtic emang langganan denda badan sepakbola Eropa. Mereka udah delapan kali dihukum dalam lima tahun terakhir karena aksi yang kurang lebih sama.

Satu kasus yang hampir mirip adalah ketika mereka didenda £16,000 (Rp300jt) usai membentangkan bendera Palestina pada laga kualifikasi Liga Champions lain tahun 2014 melawan tim asal Islandia, KR Reykjavik.

Berikut perernyataan dari kelompok yang menyebut diri mereka Fans Celtic untuk Palestina sebelum pertandingan seperti dilansir Newsweek:

“Ketika seseorang mewakili institusi Israel, sayangnya itu [berubah] menjadi bukan sekadar permainan. Sepakbola, UEFA dan Celtic digunakan untuk menutupi sifat alami Israel dan memberikan negara nakal ini udara bebas dan menerima sesuatu yang bukan semestinya dan tak dapat menikmati sampai impunitas ini berakhir dan ini merupakan hal yang bisa terjawab oleh hukum internasional dan sanksi tak terhitung dari PBB.”

Ngopi Torabika 2

Meme Hari Ini: Ternyata Kita Berkontribusi Terhadap Kemajuan Olahraga Nasional

Bolivia 93 Pemain

Pelatih Baru Bolivia Guillermo Angel Hoyos Panggil 93 Pemain Ke Dalam Skuat Utama