Saat Dimana Duel Musuh Bebuyutan Berubah Menjadi Arena Perang

Pertandingan antara Panathinaikos melawan Olympiakos merupakan salah satu partai paling berbahaya dalam sepakbola. Oleh karena itu ketika pertandingan digelar maka seisi stadion hanya dihuni oleh satu rumpun suporter. Simpelnya, tak ada suporter tandang, yang ada hanya suporter tuan rumah.

Pada derby yang digelar hari minggu kemarin, sesuatu yang sudah bisa diprediksi terjadi. Kerusuhan, kerusuhan, dan kerusuhan. Cuma bedanya kali ini kerusuhan yang lebih besar terjadi.

1. Upacara pertandingan berjalan rusuh!

Flare dan flare dan flare bertebaran di stadion. Bahkan maskot yang membawa bendera jadi korban penimpukan flare.

Oke, itu udah biasa! Hujan flare udah biasa pada derby ini, jadi jangan kaget!


2. Bentrok sebelum laga!

Bayangin! Laga belum jalan aja penonton udah rusuh.

Karena udah biasa, setelah situasi sedikit terkendali, pertandingan dimulai. Pemain Olympiakos mau gak mau bermain di dalam lapangan dengan kondisi yang sangat beresiko.


3. Klimaks

Sukurnya, pertandingan masih bisa berlangsung hingga menit ke-90. Panathinaikos unggul 2-0. Kita gak tau Olympiakos kalah, karena emang beneran kalah, atau karena emang sengaja ngalah biar kerusuhan gak terjadi.

Jangankan bisa menang di kandang Panathinaikos, orang mencetak gol hiburan di penghujung pertandingan aja suporter langsung ngamuk!


4. Komentar Presiden Olympiakos

Seusai pertandingan tak ada penggambaran lain yang bisa dinyatakan presiden Olympiakos selain pertandingan tersebut sama dengan arena perang:

“Apa yang kita lihat disana adalah sesuatu yang tak pernah saya banyangkan. Pemain kami tak dapat bermain pada kondisi seperti itu. Itu adalah situasi yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Saya melihat para pemain. Beberapa takut, beberapa kecewa dan beberapa terkejut. Kami tak datang untuk perang, kami datang untuk bermain bola.”

(SBN, B/R, Mirror)