parlay cashback

Vincent-Tan-011

Kedatangan Vincent Tan sebagai pemilik baru pada 2010, ternyata membuat klub asal Wales, Cardiff City, berevolusi secara besar-besaran. Pria berumur 61 tahun ini benar-benar merubah elemen-elemen dasar yang ada pada Cardiff City.

Sebelum kita membahas mengenai perubahan yang dilakukan Vincent Tan, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan sosok yang sekilas mirip tukang pijet ini.

Vincent Tan merupakan orang terkaya no.9 di Malaysia menurut majalah Forbes. Vincent Tan ini pemilik dari Berjaya Group. Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang mulai dari bisnis mall, hotel, resort, rumah judi ilegal, hingga maskapai penerbangan.

Nah pada tahun 2010, Vincent Tan ingin nyicipin yang namanya bisnis sepakbola. Ia bersama temen satu tongkrongannya, Chan Tien Ghee, mengakuisisi salah satu klub asal Britania Raya, Cardiff City. Namun, pada tahun 2012 Vincent Tan menjadi pemilik nomor satu, setelah rekan bisnisnya sekaligus pemilik terbesar Cardiff, Chan Tien Ghee memutuskan untuk meninggalkan klub dan lebih memilih menekuni bisnis ‘orek tempe’.

Disinilah awal mula revolusi besar-besaran Cardiff City ala Vincent Tan dimulai. Beberapa perubahan besar yang dilakukan pria asal Malaysia tersebut antara lain:

1. Mengubah Warna Kostum

cardiff change

Warna biru yang menjadi identitas Cardiff sejak tahun 1908, terpaksa harus diubah menjadi merah. Hal ini sesuai dengan keinginan sang pemilik yang katanya akan membeli pemain baru dan berinvestasi dalam jangka panjang di Cardiff.

2. Mengubah Logo Klub

cardiff_city_logo

Logo klub yang udah susah-susah dibuat dengan lambang burung biru, diganti sama lambang yang sebenernya lebih keren, yaitu naga merah. Tapi yang namanya logo klub pasti memiliki fiosofi tersendiri. Menurut Si Tan, Naga itu melambangkan kesejahteraan dan kebijaksanaan, mitos dari Asia. Sementara biasanya orang Eropa menganggap naga itu sebagai mahluk buas dan perusak. Kalo di Indonesia, naga itu adalah komponen dari Sop Buah, eh itu mah buah naga ya?

Selain mengubah simbol tim, Tan juga mengubah kalimat yang ada di emblem tim. Tulisan yang tadinya ‘Bluebirds’ diganti jadi ‘Fire & Passion’. Hal ini diduga ikut merugikan perusahaan taksi asal Indonesia, karena dengan digantinya kalimat tersebut, promosi terselubung mereka dengan Cardiff terpaksa dihentikan.

article-0-192C86E000000578-467_634x509

Nah dari sini nih fans Cardiff pada kesel sama si Vincent Tan. Padahal si Tan kan cuma orang baru di Britania Raya, tapi udah berani gonta-ganti filosofi sebuah tim seenak ‘udelnya’. Dikata ini ‘football fantasy’ kali yang bisa gonta ganti apa aja sesuai keinginan.

3. Memecat Malky Mackay

malky-mackay-reu2_2721652b

Isu pemecatan manajer Cardiff, Malky Mackay akhirnya terjadi juga. Beberapa waktu lalu Malky mendapat ancaman pemecatan karena dianggap kurang berhasil memenuhi ekspetasi sang pemilik. Vincent Tan menganggap bahwa sejumlah uang yang ia hamburkan pada bursa transfer musim panas lalu belum mendatangkan hasil yang sesuai. Cardiff memang belanja besar pada transfer kemarin. Tercatat mereka mendatangkan Andreas Cornelius, Steven Caluker dan Gery Medel yang ditotal senilai 35 juta Pounsdterling ditambah biaya calo dan lain-lain menjadi 50 juta Poundsterling.

ccfc-6446580

Pengeluaran itu dianggap tak dimaksimalkan, karena saat ini Cardiff berada di posisi 16 dengan poin 17, terpaut satu angka dari zona degradasi. Atas dasar itulah mungkin Vincent Tan memecat Malky Mackay. Kendati fans sempat berunjuk rasa untuk mengusir Tan dan mempertahankan Malky, tapi pada akhirnya Malky Mackay lah yang harus cabut dan mencari pekerjaan lain. Seharusnya pengunjuk rasa lebih anarkis dengan membakar ban, mendobrak gerbang, merusak properti, dan lain-lain agar pendapat mereka bisa diterima.

Jadi pada akhirnya menurut kita sepakbola merupakan ladang bisnis yang berbeda dengan yang lainnya. Maka sudah saatnya bagi Vincent Tan untuk bertaubat dengan merangkul para fans dan merubah kebijakan-kebijakan yang tidak disukai oleh pihak-pihak terkait. Saran aja sih!