Review Bung Tompel: Matinya Lini Tengah Arsenal

Selamat datang di rubrik baru bolawow yaitu Analisis Bung Tompel. Dimana Bung Tompel akan menganalisis semua hal-hal ‘epic’ mengenai sepakbola, preview review pertandingan, serta membahas semua akar belukar yang terjadi di lapangan.
Bung Tompel sendiri sebenernya masih magang di bolawow, cuma karena dia orangnya keras kepala dan gak mau ngalah, akhirnya kita terpaksa terbitin artikelnya.

Berikut Review Bung Tompel tentang laga Munchen vs Arsenal tadi malam (12/03/2014):

Selasa malam waktu Jerman, tersaji partai seru di Allianz Arena dalam tajuk ‘second leg’ babak 16 besar UEFA Champions League yang mempertemukan tuan rumah Bayern Munchen melawan tamunya, Arsenal.

Malam itu tim tamu tampil membawa beban selisih 2 gol jika ingin lolos ke babak selanjutnya. Sementara tuan rumah Munchen  bermain full team plus kehadiran Bastian Schweinsteiger demi menghancurkan mimipi Wenger.

Arsenal yang tampil dengan 11 pemain terlihat kesulitan menembus pertahanan Munchen. Ketidakhadiran Agus Galer di lini tengah Arsenal (Karena Agus adalah pemain PSCM) membuat lini tengah Arsenal seakan mati. Di babak pertama lini tengah Arsenal sama sekali tidak melakukan gebrakan layaknya residivis yang sedang dikurung di LP.

Alex Oxlade-Chamberlain mungkin adalah pemain yang paling menonjol malam itu di lini tengah Arsenal. Pergerakannya yang licin kayak mafia kredit berhasil membuat pertahanan Munchen kocar-kacir.

Selain karena faktor lini tengah, ketiadaan striker kelas dunia Nicklas Bendtner pun menjadi kesalahan Wenger. Menurut saya (Bung Tompel) seandainya Bendtner main 90 menit, mungkin ia bisa menjadi masalah lainnya buat The Gunners. Loh?

10003472_841943732499527_1167997191_n

Keanehan juga terjadi di bench Arsenal. Entah karena banyak yang cidera atau kehabisan tiket pesawat, Wenger hanya membawa 6 pemain cadangan. Ternyata setelah diselidiki, Arsenal membawa Ryo Miyaichi yang ternyata belum mereka daftarkan di squad untuk Liga Champions. Zzzzzzz banget!

Kesimpulan

Munchen menciptakan gol lewat Bastian Schweinsteiger, sementara Arsenal membalas lewat gol keparengannya Lukas Podolski.  Seandainya lini tengah Arsenal malam itu bermain dengan 15 pemain, bukan tidak mungkin Arsenal bakal lolos dan meraih gelar UCL.