Kerusuhan di dalam lapangan benar-benar terjadi semalam pada laga kualifikasi EURO 2016 antara Serbia melawan Albania. Kerusuhan tersebut menyebabkan laga terpaksa dihentikan pada menit 41 saat skor masih 0-0.

Pertanyaannya, kenapa kerusuhan bisa terjadi? Apa penyebabnya?

Oke, kita ceritain nih, simak baik-baik ya!

1. Bendera Provokatif

Awal mula kerusuhan akbar ini disebabkan oleh sebuah drone yang mengibarkan bendera Albania di udara dengan pesan provokatif saat pertandingan sedang berlangsung. Dalam bendera Albania tersebut tergambar map Kosovo dengan tambahan pesan ‘autochthonous’ atau yang artinya adalah ‘asli/orijinal’.

Kedua negara, Serbia dan Albania telah lama memiliki konflik mengenai daerah Kosovo yang merupakan bagian dari Serbia. Kosovo sebenernya adalah wilayah merdeka, sebagian besar Negara Eropa dan Amerika Serikat telah mengakui hal itu, tapi Serbia tetap tak mau mengakuinya. Itulah yang kemudian menjadi konflik karena sebagian besar penduduk Kosovo merupakan keturunan Albania.

2. Stevan Mitrovic Menarik Bendera Tersebut

Merasa terganggu dengan kehadiran bendera tersebut, bek Serbia Stevan Mitrovic, melompat meraih bendera yang melayang di udara. Mitrovic juga menarik drone yang membawa bendera tersebut, hingga drone tersebut jatuh dan tak bisa terbang lagi.

3.  Berebutan Bendera

Bendera yang berada di tangan Mitrovic menarik perhatian pemain dari kedua belah pihak untuk mendatangi bendera tersebut. Nemanja Gudelj mengamil bendera dari tangan Mitrovic, lalu pemain Albania mulai berdatangan dan Bekim Balaj pemain Albania akhirnya berhasil merebut bendera dan berlari ke luar kerumunan.

4. Kerusuhan Pun Dimulai

Suporter dan offisial mulai terlibat keributan, situasi memanas. Lalu tiba-tiba seorang supporter datang memukul Bekim Balaj yang membawa bendera dengan menggunakan bangku kang pecel. Kapten Albania lalu menghajar suporter tersebut, lalu baku hantam antar pemain, suporter, dan offisial pun tak dapat terhindarkan.

Beberapa pemain tenar seperti Branislav Ivanovic, Nemanja Matic, Alexander Kolarov, Matija Nastasic, dan Dusan Tadic berada pada kerusuhan tersebut. Alexander Kolarov bahkan ikut terlibat dengan menenangkan para suporter dan menjauhkan pemain Albania dari pusat kerusuhan.

6. Pemain Albania Berhamburan Keluar Lapangan

Karena situasi yang semakin memburuk, pertandingan terpaksa dihentikan, wasit Martin Atkinson menyuruh para pemain untuk segera meninggalkan lapangan.

Pemain Albania pun segera berlarian menuju lorong keluar lapangan, sebelum mereka diamuk seisi stadion yang kebanyakan merupakan suporter Serbia. Suporter Albania tak ada malam itu di Partizan Stadium karena emang sejak awal gak diperbolehkan oleh UEFA.

30 menit setelah kerusuhan, Martin Atkinson akhirnya mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan pertandingan.

“Pihak Albania mengatakan kalau mereka gak siap baik secara fisik maupun mental untuk melanjutkan pertandingan” Kata Ivanovic sepeti kita kutip dari sportkeeda.

7. Siapa Penggerak Drone Pemicu Kerusuhan?

Satu pertanyaan terakhir yang timbul adalah, siapa dalang dibalik heli-helian yang tiba-tiba muncul di lapangan? Siapa yang mengendalikan remot control-nya?

Menurut TV lokal Serbia RTS, dalang dibalik ini semua adalah Olsi Rama, saudara dari Perdana Menteri Albania, Edi Rama. Olsi Rama kabarnya ditangkap di ruang VIP stadion atas tuduhan menggerakkan drone. Tapi itu semua belum bisa dipastikan kebenarannya.

Waduuhh, ini kayanya UEFA kecolongan nih dalam memisahkan Serbia dan Albania agar gak segrup. Kalo gini kan udah susah. Paling pertandingan antara keduanya bisa dilakukan di tempat netral dan tanpa kehadiran penonton.