Kisah Menyedihkan Dibalik Penggunaan Nama Punggung Memphis Depay

Memphis Depay akhir-akhir ini banyak diperbincangkan berkat performa apiknya bersama Timnas Belanda. Dua gol dari dua penampilannya sebagai pemain pengganti adalah bukti ketajamannya di lini depan De Oranje.

Tapi kalian sadar gak kalo ada yang aneh dari Memphis Depay? Pasti enggak ya? Coba deh perhatiin nama punggunnya! disitu tertulis Memphis, nama depan dari pemain tersebut.

Ya emang kenapa?

Aduh plis deh, kebanyakan pesepakbola kan menggunakan nama belakangnya sebagai nama punggung. Coba aja cek kalo gak percaya! Tuh kan mulai mikir, tuh kan, iya kan?

Terus, emang kenapa kalo Memphis Depay menggunakan nama depannya?

Nah disini lah terdapat kisah menarik dibalik keputusan Memphis Depay menggunakan nama depannya sebagai nama punggung.

Lahir di Moordrecht, daerah pinggiran Rotterdam pada tahun 1994, Memphis merupakan keturunan blaster antara Ghana dan Belanda. Papahnya orang Ghana, mamahnya  orang Belanda.

Papah dan mamahnya bercerai saat Depay hanya baru berusia 4 tahun. Masa kecil Depay sebagai anak dari keluarga broken home ini lah yang membuatnya sulit menjaga sikap.

Memphis bergabung dengan akademi Sparta Rotterdam pada umur 9 tahun. Pelatihnya di klub sering dipusingkan oleh tingkah laku Depay yang sulit untuk dikontrol. Depay saat itu sangat sulit untuk beradaptasi dengan teman-teman sebayanya.

Pada tahun 2006, Depay pindah ke PSV dimana Sparta yakin bahwa itu adalah ide terbaik bagi kedua kubu. Bagi anak seumurannya mungkin sangat sulit untuk hidup jauh dari sang mamah. Ogah-ogahan pergi ke sekolah, berantem dengan pelatihnya, ngolekin anak orang, dan perbuatan badung lainnya dilakukan Depay pada masa itu.

Walaupun badungnya setengah mati, tapi talenta yang dimiliki Depay tak ada yang meragukan, kemampuannya membawa bola dan kekuatan fisiknya melebihi anak-anak seumurannya.

Selanjutnya, PSV menunjuk Joost Lenders untuk melatih akademi pemain muda mereka, dan berkat pengaruhnya lah Depay berhasil tumbuh menjadi anak baik-baik. Leenders mendidik Depay untuk terus berada pada jalur sepakbola.

Pernah suatu ketika Depay berantem dengan salah satu staff kepelatihan. Diduga ngambek, Depay pergi ke stasiun untuk pulang ke Rotterdam, tapi Leenders tiba-tiba menelponnya, menenangkannya, memberinya pandangan postif hingga akhirnya Depay tenang dan gak jadi keluar dari PSV.

Pada umur 15 tahun, Depay mengalami trauma hebat saat kakeknya meninggal. Keduanya ini sangat akrab, sang kakek selalu hadir pada saat Depay bertanding. Sang kakek merupakan seorang figur ayah sebenarnya bagi Depay.

Setelah kejadian ini, Depay tumbuh menjadi manusia seutuhnya, mencari seorang agen yang dapat terus membimbingnya, dan pada umur 16 tahun Depay menandatangani kontrak bersama PSV.

Setahun kemudian, Depay mendapat kesempatan untuk berlatih bersama tim utama dibawah kepelatihan Fred Rutten. Depay tampil sangat baik kala pre-season PSV di Spanyol.

Selanjutnya karir Depay di PSV mengalami pasang surut. Sebenarnya karena masalah kesempatan minim untuk bermain aja sih, potensi Depay jadi kurang maksimal. Lagipula, pada momen ini lah kedewasaan Depay diuji. Ketimbang ribut sama pelatihnya atau bahkan meninggalkan PSV, Depay lebih memilih kalem, berlatih dengan giat, dan mengatur pola hidupnya dengan memperkerjakan seorang ahli nutrisi dan ahli keuangan.

Akhirnya kesempatan Depay datang saat PSV merekrut Philippe Cocu sebagai manajer pada tahun 2013. Di bawah kepemimpinan Cocu, Depay diberi banyak kesempatan bermain. Total, 43 laga ia mainkan bersama PSV musim 2013-2014 dengan mencetak 14 gol.

Karir Depay terus menajak saat ia berhasil masuk ke dalam skuad yang dipilih Van Gaal untuk berlaga di Piala Dunia. Satu golnya melawan Australia dan Chili tampaknya cukup bagi klub-klub besar untuk melirik dan menawarnya.

Oh iya lupa, Depay sendiri memutuskan untuk menggunakan nama depannya ‘Memphis’ pada musim 2012-2013 saat ia menandatangani kontrak 5 tahun bersama PSV. Alasan sang pemain menyingkirkan nama Depay, karena Depay adalah nama dari ayahnya. Mengingat masa lalu suram, ia akhirnya meninggalkan nama Depay.

Cukup menarik bukan, kisah dari Depay ini? semoga menginspirasi kalian semua.

(Football-Oranje)