Kejadian Salah Usir Pemain Warnai Tragisnya Laga Ke-1000 Wenger Bersama Arsenal

Laga ke-1000 bersama Arsenal mungkin akan menjadi laga yang tak akan pernah terlupakan oleh  Arsene Wenger pada sisa hidupnya. Sangat sangat tak terlupakan karena Arsenal harus keboboloan setegah lusin tanpa berhasil membalas satu pun gol, saat mereka menghadapi Chelsea di Stamford Bridge.

Dengan alasan tak ingin melukai hati para ‘Gooneters’ yang sudah tercabik-cabik atas kekalahan memalukan  tersebut, kita gak akan membahas atau menganalisis tentang jalannya pertandingan. Apalagi nyebut angka nominal skor, aduh kita gak mau deh dibenci ama fans Arsenal gara-gara terlalu membesar-besarkan skor yang memang sudah besar.

Hal yang ingin kita bahas kali ini adalah mengenai kejadian salah usir wasit Andre Marriner, dimana seharusnya ia mengusir Alex Oxlade Chamberlain malah menjadi mengusir Gibbs.

Chamberlain sebenernya melakukan penyelamatan yang sangat gemilang saat mengagalkan gol Chelsea, cuma masalahnya dia menyelamatkan gawang pake tangan.Udah itu aja masalahnya, pake tangan!

Demi memantapkan imajinasi kalian, nih kita kasih liat momen penyelamatan tersebut:

 

Nah liat kan? coba menurut kalian siapa yang harusnya dapet kartu merah? Chamberlain apa Gibbs? 

Wasit yang keliatannya bingung mana Ox mana Gibbs, akhirnya memutuskan mengkartu merah Gibbs. Lah kenapa jadi ngusir Gibbs sih? mungkin ini alasannya:

1. Mirip

Diduga sering pergi bareng ke pangkas rambut, Chamberlain dan Gibbs sama-sama memiliki gaya rambut peserta Ospek  yaitu botak 2 senti.

BjVi3zuCUAAb-Zq.jpg large

BjVhWS3CAAAeOiU

Nah ini ada twit lucu nih:


2. Wasit Agak Rasis

Mungkin ini yang dirasakan Gibbs sesaat setelah diusir wasit ke luar lapagan:

BjVXducIMAAwzY-.jpg large

3. Hanya Karena Fantasy Football

BjW94PSIcAASEYD

Ya apapun alasannya, sang wasit kayanya sih udah mengirimkan permohonan maaf kepada Gibbs terkait insiden salah kirim tersebut.

“Membuat sebuah keputusan adalah hal yang sulit, Andre (sang wasit) kecewa karena dia gagal mengindetifikasi pemain dengan benar. Dia mengugkapkan kekecewaanya pada Arsenal saat ia diberitahu apa yang sebenarnya terjadi” Kata ofisial pertandingan setelah tragedi pembantaian di Stamford Bridge berakhir.