Kaleidoskop Serie-A 2013

kaleidoskop Serie A

Walaupun dianggap telah kalah pamor oleh ‘Premier League’, namun Serie-A Italia tidak akan pernah kehilangan para pecintanya sejak akhir 90-an.

“Beauty of Serie-A” memang selalu menghasilkan aksi dan kejadian seru di tiap musimnya. Begitu pula di tahun 2013 ini yang banyak menghadirkan momen-momen dari mulai momen sedih, momen senang, momen galau, momen najis, hingga momen ‘move on’ sekalipun. Nah, berikut kita rangkum momen-momen Serie-A selama tahun 2013:

1. Kembalinya Mario Balotelli dan Ricardo Kaka

balo woles

Pada awal tahun kemarin stiker tengil Mario Balotelli kembali ke Italia setelah AC Milan menebusnya dari Manchester City seharga 20 juta Pounds. Pembelian Balloteli dinilai sangat tepat karena Milan membutuhkan striker yang bisa membuat bek lawan pada ketar ketir. Sampai akhirnya saat ini Milan banyak yang bilang bergantung pada seorang Balotelli.

Selain Balotelli, Milan juga merangkul Ricardo Kaka dari Real Madrid. Masalah biaya, Milan gak mengeluarkan sepeser pun kepada Real Madrid. Mereka hanya mengeluarkan biaya penjemputan Kaka menggunakan pesawat pribadi sang Presiden, Berlusconi.

2. Wafatnya Presiden Sampdoria

Riccardo-Garrone

Presiden Sampdoria, Riccardo Garrone, meninggal dunia pada 22 Januari 2013 menghiasi awal tahun  di Serie-A. Beliau wafat karena penyakit berkepanjangan serta komplikasi yang di deritanya. Garrone merupakan seorang pengusaha dari ERG Energy Group. Ia berkuasa di Sampdoria pada tahun 2002, dimana pada tahun pertamanya ia berhasil membawa Sampdoria menuju ke Serie-A.

3. Maraknya Pemecatan Manajer

Zdenek-Zeman

Pemecatan manager sudah bukan merupakan hal aneh di Italia. Di bulan Maret dan April banyak manager yang menjadi korban pemecatan oleh timnya:

– Christiano Bergodi (Pescara)

– Giuseppe Sannino & Gianpiero Gasperini (US Palermo)

– Serse Cosmi (AC Siena)

– Domenic De Carlo (Chievo Verona)

– Ciro Ferrara (Sampdoria)

– Zdenek Zeman (AS Roma)

Kesimpulannya Pelermo tercatat sebagai tim yang paling sering melakukan pemecatan di tahun 2013.

4. Kasus Gennaro Gatuso

17gat

Setelah gagal membesut Sion FC (Swiss), Rhino juga memutuskan gantung sepatu. Ia pulang ke Italy setelah ditunjuk oleh US Palermo untuk membesut mereka di Serie B pada bulan Juli. Namun belum lama, pada bulan september ia dipecat oleh Mauro Zamparini. Pada akhir tahun ini namanya kembali muncul ke media terkait skandal pengaturan skor. Hal yang cukup mengejutkan adalah ia berbicara kepada media bahwa jika ia dinyatakan bersalah, ia akan bunuh diri di depan massa. Sungguh seorang pemberani.

Sepak bola dengan mafia sepertinya sudah menjadi simbiosis-mutualisme di Italia. Skandal pengaturan skor dan pemecatan sepertinya sudah hal biasa yang harus dihadapi perangkat klub di Italia. Untungnya, para WAG’s disana yang cantik nan seksi cukup mampu merelaksasi para penikmat sepak bola Italia.