Jonas Eriksson, Wasit Kaya Raya Asal Swedia

Jika seorang owner klub, manajer, atau pesepakbola menjadi orang terkaya mungkin itu merupakan hal yang biasa dalam industri sepakbola. Namun tau kah kalian bahwa di Eropa sana terdapat wasit yang merupakan seorang jutawan!

Yaelah namanya juga perkerjaan sekeren wasit pertandingan bola di Eropa, pasti wajar lah kalo jadi orang kaya.

Eit, jangan salah, seorang wasit berlisensi FIFA itu rata-rata “hanya” mendapat pemasukan sekitar 70 ribu Pounds per-TAHUN-nya. Bandingkan dengan para pesepakbola yang bisa mendapatkan uang sebanyak itu hanya dalam kurun waktu satu minggu.

Adalah Jonas Eriksson (39th), pria asal Swedia yang merupakan seorang wasit sepakbola berlisensi FIFA yang ternyata merupakan seorang milyuner. Bagaimana bisa wasit memiliki kekayaan segitu banyak hingga disebut-sebut kekayaannya tak akan habis hingga 7 turunan?

Begini Ceritanya:

Wasit yang sudah memegang lisensi FIFA selama 10 tahun ini sebenarnya adalah wartawan yang sangat mencintai sepakbola. 2000 adalah tahun pertamanya menjadi wasit profesional di liga utama Swedia, hingga pada akhirnya kini ia menjadi salah satu wasit pilihan FIFA untuk memimpin partai Piala Dunia 2014 di Brazil.

Bukan tanpa celah, dalam karirnya Eriksson sendiri pernah melakukan beberapa kontroversi, salah satunya adalah saat ia memberikan kartu merah kepada Ramires di partai Piala Super Eropa 2013 silam antara Bayern Munchen vs Chelsea.

3851854360-560x394

Lalu, bagaimana Jonas Eriksson bisa disebut wasit terkaya? Nah ternyata tuh doi menjadi kaya setelah menjual 15% sahamnya di salah satu satu media di Swedia sekitar 6 tahun lalu. Hal tersebut lah yang ternyata menjadikannya sebagai wasit terkaya di Eropa.

Jonas Eriksson saat berlibur:
article-2473572-18EF129400000578-89_634x393-560x347

Rumah “sederhana” miliknya di Swedia:
article-2473572-18EF11C900000578-334_634x396-560x349

Menanggapi kekayaannya yang akhirnya terendus media, Eriksson berkata:

“Banyaknya uang tidak bisa merubah semuanya, Hal yang terbaik yang saya lakukan dalam hidup adalah saya sebagai wasit sepakbola”.

Kalau semua wasit memiliki harta seperti Eriksson, mungkin tidak ada lagi wasit yang mudah “disuap”.