“Jebret !” Pengiring Kemenangan

Bagi para penggemar sepak bola ternyata tidak hanya mereka yang berada di dalam lapangan yang sering kali memicu emosi kita, kesalahan wasit dalam memimpin, kecorobohan pemain sudah menjadi hal biasa dalam sepak bola namun ada pihak ketiga yang turut andil dalam mencampur adukan adrenalin kita saat mengikuti jalannya pertandingan, mereka adalah Komentator.

Sejatinya Komentator berasal dari kata Comment yang artinya menanggapi atau memberikan suatu tanggapan mengenai suatu keadaan, namun seiring jalannya waktu Komentator terus mengalami pergeseran makna, bahkan fakta memperlihatkan mereka tidak hanya berkomentar, mereka juga bisa teriak, suara manja, mengeluarkan yel-yel, dan kemeriahaan lainnya yang justru malah mengalahkan meriahnya pertandingan itu sendiri. Sampai kepada beberapa pekan terakhir influence virus komentator kembali mewabah di seluruh antero bumi pertiwi.

Adalah Valetino Simanjuntak yang menjadi buah bibir selama 2 pekan terkahir, dengan nuansa baru juga ciri khas-nya pria Batak ini berhasil men”Jebret” kan seluruh pecinta sepakbola tanah air. Moment AFF- U19 menjadi momentum baginya karena dengan istilah uniknya tersebut mampu mengiringi keberhasilan Indonesia meraih juara setelah puasa gelar selama 22 tahun, dan yang lebih dramatis Indonesia harus menang setelah melewati adu penalty yang sengit melawan Vietnam dengan score 7-6.

Nada suaranya mulai naik saat bola sudah menyentuh kotak penalty, dengan agak sedikit dominan nada Bataknya, pria ini terus meneriakan”Ahaay..Ahaay..” saat pemain mendrible bola, dan selalu diakhiri dengan “Jebret !” saat pemain menendang bola, dan moment yang tidak bisa terlupakan adalah pada saat penentuan penendang terakhir penalty dari Indonesia dimana Ilhamudin Armain sebagai eksekutor. Sesaat sebelum Ilham menendang Valentino terdiam sampai akhirnya Ilham melepaskan tendangan terdengerlah teriakan “Jebret… Jebreet.. wowowo wowowowow…” emosi penonton meluap, campur aduk, mereka seperti berada di hutan belantara yang sedang ada Tarzan melompati pohon demi pohon namun teriakan tersebut semakin melarutkan penonton dan pecinta sepak bola karena kebahagiaan meraih juara.