Fabian Delph, Kemarin Bilang ‘Bertahan’, Sekarang Bilang ‘Selamat Tinggal’

Bagi kamu fans Aston Villa atau fans Manchester City atau yang mengikuti arus transfer musim panas ini, mungkin kepindahan Fabian Delph ke Manchester City adalah sesuatu yang amat sangat teramat mencengangkan. Sementara bagi kamu yang gak ngikutin, mungkin ini juga bakal bikin kamu berekspresi ‘Lah kok bisa sih?’

Say “NO” To Manchester City

Jadi kan minggu lalu, Fabian Delph menyatakan bahwa dia menolak Manchester City tuh. Dia ngomong kalo dia cinta sama Aston Villa dan pengen fokus mempersiapkan musim depan. Dia dengan ketulusan hatinya menolak uang demi loyalitas kepada klub kebanggaan.

“Saya sadar bahwa telah banyak spekulasi media mengenai masa depan saya dalam 24 jam terakhir dan saya tetap ingin bertahan. Saya tak akan pergi. Saya bertahan di sini dan saya tak sabar memulai musim berikutnya dan memimpin tim besar ini. Saya cinta klub ini. Saya senang berada di sini. Ini adalah klub saya.”

Say “YES” To Manchester City

Seminggu berlalu, Fabian Delph rupanya memelintir omongannya sendiri! Secara mengejutkan ia nongol di internet dengan baju warna biru serta slogan #WelcomeFabian.

Fans Aston Villa pun kemudian ga percaya dengan apa yang terjadi. Mereka berharap ini cuma mimpi.

Sayangnya, bagi Delph dan manajemen Aston Villa, gaji 100ribu Pounds/pekan dan nilai tebus sebesar 8juta Pounds bukan sebuah angan-angan. Manchester City dengan gamblang memberikan sejumlah uang pembelok keyakinan. Fabian Delph telah resmi berseragam Manchester City.

Terkait omongan PHP-nya minggu lalu, Delph pun mengaku bahwa saat itu hatinya lah yang berbicara. Dan pikirannya baru bekerja saat ia mengatakan ‘ya’ pada uang dan janji yang ditawarkan oleh Syeikh.

“Keputusan saya untuk tinggal murni berdasarkan emosi dan perasaan untuk klub dan orang-orang yang akan saya tinggalkan – ketimbang melihat kesempatan dalam sepakbola yang terdapat di depan saya.”

Internet Bereaksi

Oleh karena sebab yang telah kita uraikan di atas, maka jangan heran kalo internet mencap Delph sebagai penghianat, penjilat ludah sendiri.