Dapatkah Evan Dimas Menjadi Suksesor Xavi Hernandez Di Barcelona?

evandimas

Masih dalam euforia kegemilangan timnas lolos ke putaran final Piala Asia U-19 Myanmar, kali ini dalam rubrik Possible or Not, Bolawow akan mengulas kemugkinan apakah Evan Dimas bisa menjadi suksesor Xavi Hernandez di Barcelona?

Nama Evan Dimas lagi rame banget diberitakan dimana-mana. Terbukti lewat permainan apiknya mampu membuat Timnas kita berbuka puasa untuk menahan dahaga gelar juara selama 22 tahun. Laper banget kan, 22 tahun loh. Berbuka puasa saja belum cukup, Evan dkk juga berhasil mengantarkan Garuda untuk berlaga pada Piala Asia U-19 di Myanmar 2014 nanti.

Biar makin kenal sama Evan yuk kita simak dulu biodatanya:

Nama : Evan Dimas Darmono
Lahir : Surabaya, 13 Maret 1995 (masih unyu 18 tahun)
Tinggi : 172cm
Nama Papah dan Mamah : Condro Permono dan Ana
Posisi : Gelandang
Karir Junior : SSB Mitra Surabaya (2007)
Karir Senior : Persebaya 1927 (2013)

Nah udah kenal kan sama Evan Dimas, sekarang mari kita ulas mungkinkah Evan Dimas menjadi suksesor Xavi Hernandez di Barcelona? Sebelumnya Bolawow mau kasih fakta dan opini tentang Evan Dimas :

1. Gaya Permainan Mirip Xavi Hernandez

Evan Dimas punya visi bermain yang sangat bagus, passing akurat, dan menjadi pengatur irama permainanan. Setiap serangan timnas nyaris selalu dimulai dari kaki Evan. Tanpa mengesampingkan punggawa timnas yang lain,  peran Evan memang sangat sentral menjadi ruh permainan timnas. Nah sama seperti apa yang dilakukan Xavi Hernandez di Barcelona, Xavi menjadi pusat permainan tim, ia yang mengatur pasokan bola lini tengah lewat passing akuratnya untuk disuplai ke lini depan. Dapat disimpulkan gaya permainan kedua pemain ini sangat mirip, punya keeping ball control oke, tendangan bebas akurat dan visi bermain yang bagus.

2. Sama-sama Menjadi Kapten

Evan maupun Xavi sama-sama punya jabatan kapten pada timnya. Walaupun Xavi cuma menjadi serep kapten saat Carles Puyol nggak main. Tapi nggak diragukan lagi Evan dan Xavi mempunyai jiwa leadership untuk memimpin rekan-rekannya pada saat bertanding. Keduanya juga punya nomor punggung sama lho, sama-sama pake nomer 6.

3. Muncul di Situs Resmi Barcelona

Berkat permainan Evan yang keren, Ia jadi eksis di Spanyol loh. Evan mejeng disitus resmi Barcelona berbahasa Indonesia, nih linknya: http://www.fcbarcelona.co.id/club/rinci/artikel/kapten-timnas-indonesia-yang-bercita-cita-bermain-di-fc-barcelona . Dalam artikel tersebut diceritakan bahwa sosok Evan Dimas yang berhati Blaugrana. Hal ini mungkin menjadi indikasi bahwa Barcelona sedang memantau perkembangan dan permainan Evan, sampe-sampe si Evan dimuat pada situs resminya Barcelona.

4. Pernah Dilatih Pep Guardiola

Evan pernah mencicipi berlatih di Barcelona pada tahun lalu. Lewat program perusahaan asal Amerika Serikat, Evan berhasil menyisihkan 100 anak Indonesia untuk mendapatkan coaching clinic bersama Pep Guardiola. Wah, wah, pantesan nih Evan fasih banget bermain tiki-taka khas Pep, lha wong dia langsung dilatih sama masternya kok, keren!

5. Fans Berat Barca

Sejak kecil Evan merupakan pengagum klub Catalan tersebut. Ia selalu punya mimpi untuk bermain disana nantinya.

Nah dari ulasan diatas, dapat kita simpulkan dapatkah Evan Dimas menjadi suksesor Xavi Hernandez di Barcelona? Jawabannya adalah:

BISA JADI

Dalam tiga sampai empat tahun kedepan ketika Xavi udah mulai tuir, Barcelona harus mencari siapa pengganti jendral lapangan mereka. Melihat potensi yang dimiliki Evan Dimas, tidak ada salahnya bila kita mengatakan Evan layak untuk mengggantikan peran Xavi di Barcelona. Gaya tiki-taka Evan yang menganut sepakbola modern jadi nilai lebih untuk menarik minat tim-tim Eropa merekrutnya. Umurnya juga masih 18 tahun, skillnya masih bisa terus bertambah jika terus diasah.

Walaupun agak berlebihan, tapi itulah sepakbola yang bundar, apapun bisa terjadi.  Setidaknya untuk menarik minat Barcelona agar tertarik untuk merekrutnya, Evan harus berlatih lebih keras dan menjaga performa permainannya. Tentunya Evan juga harus bersaing dengan pemain-pemain akademi La Masia yang terkenal gudangnya pemain berbakat. Tantangan pertama untuk Evan yang paling dekat adalah membawa Indonesia berprestasi ditingkat Asia pada gelaran AFC Cup U-19 Oktober 2014 nanti. Jika Evan berhasil mencatatkan prestasi, maka tak ayal klub-klub Eropa akan berebut tanda tangannya untuk mengajukan kontrak professional.  Good luck Evan, wujudkan mimpimu!  BR