Alasan Mengapa Striker Bundesliga dan Serie-A Minim Gol

Pada akhir tahun sebelum memasuki tengah musim biasanya klub-klub Eropa berlomba mencetak banyak gol untuk menutup paruh musim pertama dengan posisi yang manis di klasemen sementara.

Sampai artikel ini ditulis, sang predator Diego Costa (Atletico Madrid), dan si gigi rata Luis Suarez (Liverpool) menjadi top skor di liga nya masing-masing dengan perolehan 19 gol. Di Belanda ada nama Alfred Finnbogasson (SC Heerenveen) yang telah mencetak 17 gol dan si raksasa Zlatan Ibrahimovic telah mencetak 15 gol di Ligue 1 Perancis.

Berbeda dengan jajaran Liga-Liga Top Eropa lain,  di Jerman dan di Italia justru minim gol. Top skor disana belum sampai mencetak 15 gol ketika musim hampir berjalan 50%. Robert Lewandowski (Dortmund) sebagai top skor di Bundesliga baru mencetak 11 gol. Sedangkan top skor Serie-A, Giuseppe Rossi (Fiorentina) baru mengoleksi 14 gol. Ada apa dengan Serie-A dan Bundesliga? Mengapa striker disana seakan kesulitan mencetak banyak gol ??

Berikut Bolawow akan mendiagnosa sebab mengapa striker di kedua liga tersebut minim gol sampai saat ini.

1. Pencetak Gol Lebih Variatif

Ya para pencetak gol di Serie-A dan Bundesliga mungkin lebih variatif. Jadi tidak hanya striker yang mampu atau ditugaskan untuk mencetak gol, namun semua pemain dapat atau diwajibkan untuk mencetak gol disana. Mungkin mulai dari kiper, bek, gelandang dianjurkan untuk mampu mencetak gol bagi timnya, jika striker mereka sedang kerasukan jiwa Fernando Torres.

2. Pertahanan Lawan yang Tangguh

Alasan berikut mungkin terjadi di Serie-A. Ya, sepakbola di negara tersebut memang terkenal dengan pertahanannya yang tangguh atau disebut dengan “Grandel Italia” yang artinya memiliki pertahanan yang tangguh. Hal tersebut bisa dilihat dari jajaran legenda mereka yang kebanyakan berposisi sebagai pemain bertahan dan kiper.

3. Belum Makan ‘So Naise’

Para striker di Serie-A atau Bundesliga mungkin keseringan lupa untuk mengisi perut sebelum bertanding. Akibatnya mereka bakal mulai lapar ketika pertandingan berjalan. Sosis so naise dan kacang kulit seharusnya sudah menjadi menu utama bagi mereka baik sebelum maupun sesudah bertanding. Karena menurut survey, jika pemain makan sosis dan kacang sebelum bertanding, maka mereka dipastikan merupakan bintang iklan produk sosis dan kacang kulit tersebut.

4. Dengkul kopong

Kevin+Prince+Boateng+Melissa+Satta+Kevin+Prince+-qJD5RlnlBPl

Ingat ketika Kevin Prince Boateng diprotes dan ditegur oleh AC Milan lantaran stamina KPB sering menurun sebelum pada waktunya? Ya penurunan stamina KPB diduga diakibatkan oleh hubungan intimnya bersama ‘ayank’, Melissa satta.

Mungkin para striker Serie-A dan Bundesliga mengalami hal serupa. Mereka kebanyakan lembur bersama pacarnya atau sekadar lembur bersama WP (Wanita Panggilan) lokal. Hal ini diduga membuat mereka mengalami kekosongan tenaga alias kopong pada bagian dengkul dan lemes ketika akan bertanding.

Itulah beberapa alasan mengapa striker Serie-A dan Bundesliga mengalami minim gol yang kita diagnosa secara sotoy. Karena pada dasarnya mencetak gol tidak semudah mencetak benih pada kekasih kalian masing-masing.