Pada tau kan ya maskot berupa anak-anak yang menggandeng para pemain pada ritual sebelum pertandingan? Tau lah ya pasti!

Anak-anak tersebut terlihat sangat senang melakukan kegiatan yang tak lebih dari 5 menit tersebut. Bersalaman dengan para pemain bintang, berfoto bersama pemain, dan masuk TV untuk beberapa saat merupakan beberapa kesenangan bagi mereka.

Nah ternyata, menurut The Guardian, untuk menjadi maskot dalam sebuah pertandingan itu gak GRATIS atau dengan kata lain HARUS BAYAR! Iya serius HARUS BAYAR!

Gak nyangka kan? Kamu pasti mengira kehadiran para maskot tersebut merupakan salah satu program untuk menyampaikan pesan bahwa sepakbola itu untuk berbagai kalangan.

Hmmm, coba pikir lagi deh! Karena beberapa klub di Liga Inggris memberikan tagihan kepada orang tua yang menginginkan anaknya untuk menjadi maskot tim.

West Ham menjadi tim dengan tarif maskot termahal dengan meminta £350-600. Sementara Tottenham Hotspur, Newcastle, Leicester City, West Bromwich Albion, dan Stoke City mematok harga £200-400 bagi mereka yang ingin menjadi maskot. Harga yang dipatok tim tersebut tergantung pada lawan yang mereka hadapi, semakin top lawan yang dihadapi maka semakin besar tarif yang dimintai.

Apakah hal tersebut layak dilakukan oleh klub Liga Inggris yang memiliki pendapatan lebih dari £50 juta dari hak siar, sponsor, dll? Apakah para orang tua harus mengeruk kantong lebih dalam untuk bisa melihat anak mereka terlibat langsung dalam ritual klub favoritnya? Apakah tak akan ada kesenjangan atas hal ini?

Well, ternyata masih terdapat beberapa klub yang berbaik hari dengan sama sekali tak memungut uang dari para maskot. Kebanyakan dari mereka adalah klub besar meliputi Arsenal, Chelsea, Manchester United, Manchester City, Liverpool, dll. Beberapa dari mereka bahkan mengikutsertakan fans dari komunitas lokal untuk terlibat langsung dalam acara sebelum kick-off tersebut.