8 Faktor Kunci Penentu Besaran Gaji Pesepakbola

Pesepakbola merupakan salah satu profesi dengan gaji tertinggi di dunia. Udah gaji tinggi kerjaannya cuma maen aja lagi! Maen apa? Ya maen bola.

Suatu klub sepakbola pasti memiliki besaran anggaran gaji para pemain mereka, dimana hal tersebut harus disesuaikan dengan pendapatan klub. Mereka juga pastinya udah memiliki standar pemberian gaji tersediri bagi para pemainnya.

Lantas, apa aja sih yang menjadi dasar sebuah klub dalam menentukan besaran gaji pemain? Berikut bolawow akan mengungkap hal yang sebenernya penting gak penting bagi hidup kamu.

1. Skill

Sikill merupakan hal yang paling mendasar dalam menentukan gaji pemain. Semakin tinggi ilmu bermain bola maka akan semakin tinggi pula gaji yang ditawarkan. Ambil contoh Messi dan Ronaldo yang memiliki gaji selangit berkat kehebatan mereka dalam membobol gawang lawan.


2. Pengaruh Terhadap Tim

Pemain yang telah berjasa banyak untuk suatu tim pasti akan diberikan kontrak dengan gaji yang lebih tinggi. Membawa suatu tim menjadi juara atau pemain bintang pada tim-tim medioker, pasti mereka menginginkan sesuatu yang lebih dari klub dimana mereka bernaung.

Ya itu sih sotoy kita aja, terserah mau percaya apa enggak. Tapi coba deh liat Rooney, dia memiliki pengaruh besar terhadap sejarah dan kehidupan masa kini The Red Devils. Bahkan MU sampe rela bayar Rooney Rp 5.8 Milliar per pekannya cuma biar sang pemain gak pindah ke lain hati.


3. Perjanjian Tambahan

Jika di dalam kontrak terdapat perjanjian khusus antara pemain dan klub mengenai bonus dan gaji, maka jelas itu merupakan faktor penentu ketebalan dompet sang pemain per bulannya. Perjanjian yang kita maksud itu contohnya, kesepakatan bonus jika tim menjuarai sesuatu, Perjanjian bonus jika sang pemain melebihi jumlah gol yang ditargetkan, atau bisa juga perjanjian kenaikan gajih bila performa tim di atas target.


4. Kemampuan Nego Sang Agen

Percaya deh, ini juga penting! kegiatan tawar menawar masalah pendapatan pasti akan dilakukan oleh pihak klub dengan agen si pemain. Jika sang agen gak pandai-pandai bernego maka bisa dikadalin oleh pihak klub. Saran aja sih buat para agen, jika deal tidak terjadi, coba pura-pura tinggalin ruang rapat, siapa tau pihak klub memanggil kembali dan langsung deal.


5. Gaji Di Klub Sebelumnya

Ini sih tergantung kasusnya ya, cuma kebanyakan pesepakbola yang pernah membela tim besar bakal jual mahal. Mereka terbiasa menerima gelontoran uang dalam jumlah banyak, sehingga terkadang lupa amal ibadahnya di lapangan setimpal atau tidak.

Misal Adebayor. Pemain berparas memukau ini lepas kontrak dengan Spurs sejak akhir musim lalu. Ia tak mendapat tim selama berbulan-bulan karena permintaan gaji yang agak kurang masuk akal. Pun demikian Spurs masih membayarnya £100,000 per pekan hingga Crystal Palace datang dengan tawaran £35,000 per pekan. Adebayor mendapat ilham. Ia setuju untuk membela tim London lainnya tersebut.


6. Usia

Semakin tua pemain, semakin tinggi pula tunjangan hidupnya. Belanja istri, arisan PKK, asuransi pendidikan, asuransi BPJS, serta cicilan KPR merupakan beban yang harus ditanggung para pemain setiap bulannya. Manajemen klub sadar akan kebutuhan tersebut, oleh karena itu pemain dengan usia yang lebih tua biasanya diberi upah yang lebih besar.

Pemain bola yang masih berprestasi di usia tua, tua dalam sepakbola ya (di atas 30 tahun), juga biasanya akan diberi apresiasi dengan gaji tinggi, ya itung-itung buat modal usaha pasca pensiun nanti.


7. Ijazah Akhir

Di jaman sekarang ini, pemain tidak hanya dituntut memiliki skill dewa, kecerdasan di lapangan ternyata juga dibutuhkan. Saat merumput pemain harus elegan dalam mengontrol bola, bagus dalam pergerakan tanpa bola, kercedasana juga dibutuhkan saat melakukan diving. Makanya, Ijazah akhir bisa menjadi patokan untuk klub menentukan gaji pemainnya, bagi lulusan SD s/d SMA, biasanya akan mendapat gaji sesuai UMR (pas-pasan).


8. Memiliki Banyak Followers

Demi popularitas klub, pesepakbola yang memiliki banyak followers biasanya mendapat kenaikan gaji karena membantu menaikkan pamor dan penjualan marchandise klub. Salprom atau saling promosi juga bisa terjadi dalam kasus ini.

Kira-kira itu aja sih, cuma ini gambaran besarnya aja loh! Gambaran kecilnya ada di abang-abang SD!