7 Alasan Kenapa Chelsea Bakal Selamet dari Jurang Degradasi

Musim ini emang mengejutkan buat Chelsea. Sang Juara bertahan melempem di awal musim, yang akhirnya keterusan sampe sekarang karena ga pergi ke dokter, alias belum ada formula yang pas. Pelatih udah diganti. Manajer berpengalaman, Guus Hiddink ditunjuk untuk membenahi kekacauan yang dimulai oleh Mourinho.

Sepenunjukkan manajer baru, misi langsung ditetapkan.Guus Hiddink bilang jika Chelsea bisa membongkar performa untuk menembus zona Liga Champions. Tapi beberapa pekan memimpin ternyata SUSAH.

Chelsea emang udah mendingan, tapi masih kayak bukan Chelsea. Bukan maksud merendahkan, tapi lawan tim berskala medioker kaya WBA dan Everton di Stamford Bridge aja Chelsea masih imbang. Artinya apa? Artinya, mereka tetap merupakan pejuang di papan bawah klasemen. Dan misi utama lolos dari zona degradasi merupakan target realistis bagi The Blues saat ini.

Bagaimanapun, rakyat London Barat harap tenang aja soalnya kita yakin musim depan nama Chelsea ga bakal terpampang di Championship, karena ….

1. Udah Gak Ada Jose Mourinho

Jose Mourinho merupakan manajer terhebat yang ada saat ini. Gak bisa dipungkiri kalo berbagai prestasi yang ia raih jelas membuatnya pantas disandingkan di tempat terbaik, bahkan dengan pertimbangan musim kacau balau di Chelsea.

Satu hal yang kurang terlihat dalam diri The Special One adalah kemampuan menghadapi keterpurukan super ultimate. Ia mengaku kalo ini merupakan pengalaman pertamanya dan Jose menanganinya dengan pendekatan yang sepertinya kurang tepat. Mou sering kalap di konferensi pers. Dia memberikan 1001 alasan saat kalah. Hubungannya dengan para pemain juga rontok. Itulah yang menyebabkan pada akhir kejayaannya, pemain Chelsea pada males-malesan.

2. Perkembangan Signifikan Diego Costa

Diego Costa Chelsea 1

Salah satu pemain yang menurut laporan ‘slek’ dengan Mou adalah si bengal Diego Costa. Secara statistik, Costa terbukti jauh lebih baik ketika kendali Chelsea bukan berada di tangan Jose Mourinho.

Oleh karena mangkanya, Costa bakal bangkit di sisa musim untuk berjuang mengejar 20 gol yang musim lalu ia sumbangkan untuk publik Stamford Bridge.

3. Kepemimpinan John Terry

Di lapangan, kampas John Terry kayanya emang udah mau abis. Total 38 performa dari 38 pertandingan musim lalu, ga menular ke musim ini. Terry inkonsisten.

Cuma, jangan sepelekan peran Terry terutama di ruang ganti Chelsea. Dia itu pemimpin, penggebrak semangat dalam lapangan, pembimbing mereka yang lemah, serta penerang dalam kegelapan.

4. Guus Hiddink

Guus Chelsea

Sebetulnya penunjukkan Guus Hiddink sebagai manjer sementara mungkin karena dia kenal aja sih sama pemilik Chelsea. Lagi juga dia udah makan asam garam di dunia sepakbola. Umurnya juga udah tua. Jadi, cocok lah mempersatukan pemain Chelsea untuk kembali berjuang di jalan kebenaran.

Sejauh ini, di era Hiddink, Chelsea belum pernah kalah. Cuma ya menangnya juga ga banyak. Gak masalah lah, satu poin juga berharga untuk mencapai target 40 poin di akhir musim.

5. Kekayaan Roman Abramovic

Mungkin kalo performa Chelsea masih begitu-gitu aja, gebrakan hebat bakal terjadi pada akhir Januari. Uang Abramovic bisa aja bicara untuk membawa pemain yang bisa mengangkat harkat dan martabat Chelsea — Mendatangkan Pato contohnya.

6. Nama Besar Chelsea

Chelsea Suporter

Siapa yang bisa menyelamatkan Chelsea? Ya Chelsea sendiri. Mereka tau mereka gak layak di posisi 14, 15, atau 16. Mereka tau dan mereka bisa lebih lagi. Jadi ya sebenernya tinggal koreksi dikit-dikit aja.

Masa iya sih, juara bertahan degradasi! Ya ga mungkin aja lah!

7. Masih Ada Aston Villa, Sunderland, dan Newcastle United

Aston Villa 2

Yap, ketiga tim itu, ditambah Norwich, Swansea City, dan Bournemouth kayanya bakal jadi penantang serius di zona degradasai. Khusus untuk Aston Villa kayanya nasib mereka udah tertulis di Championship musim depan.