in , ,

6 Alasan Mengapa Tim Besar Eropa Banyak yang Berguguran

Selesai sudah fase knock-out 32 besar Piala Dunia. Enam belas tim lolos ke babak berikutnya, sementara 16 lainnya harus rela angkat kaki dari Brazil.

Agak aneh sebenernya saat kita melihat daftar tim yang pulang kampung. Karena apa? karena terdapat setidaknya 7 dari 13 (53%) wakil Eropa yang gugur, terlebih 4 diantaranya merupakan 10 besar ranking FIFA saat ini. Spanyol (1), Portugal (4), Italia (9), Inggris (10) merupakan tim-tim unggulan Eropa yang tampil di bawah ekspetasi.

Apa sih yang sebenarnya membuat tim-tim besar tersebut kepayahan saat di Brazil? Berikut bolawow akan mengungkapnya secara tajam, setajam tusuk gigi warteg samping kampus.

1. Cuaca

Umumnya orang pada bilang, “Ah jelas aja pemain asal Eropa pada cepet capek, orang mereka kepanasan di Brazil. Kasian kan biasa dingin di Eropa”. Aduh plisss, mereka tuh mau mengikuti kompetisi paling bergengsi di dunia, bukan mau pikinik. Seharusnya masalah perbedaan cuaca bisa diatasi dengan dengan baik oleh manajemen tim. Lagi juga beberapa tahun belakangan cuaca di Madrid, Barcelona, serta beberapa kota di Italia cukup sering mendapat sinar matahari kok. Jadi ya gak masalah-masalah banget lah buat mereka untuk tinggal di Brazil.

“Tak ada gunanya kita menyalahkan cuaca” kata Prandelli pasca kekalahan Italia atas Kosta Rika dikutip dari independent.

Cuaca memang menjadi salah satu faktor namun seharusnya bukan kendala bagi para tim asal Eropa yang terbiasa mengikuti turnamen di berbagai belahan dunia. Ya walaupun tukang mijon di Brazil mengakui adanya peningkatan pendapatan karena turis yang sering aus, tapi seharusnya itu gak jadi masalah sih, karena gak ada hubungannya juga. Zzzzzz !!


 2. Kurangnya Rasa Nasionalis

Kita gak bilang pemain Eropa gak berjuang sekuat tenaga loh! tapi kalo dibandingin dengan apa yang diberikan oleh pemain dari benua Amerika, rasanya akan lebih mudah bagi kita untuk meilihat perbedaannya. Anggap pemain Eropa memberikan 98% di lapangan, sementara pemain asal benua Amerika memberikan 100% yang terbaik. Nah perbandingan kecil itu lah yang bisa menjadikan sebuah perbedaan besar di ajang Piala Dunia.

Gak percaya? coba liat betapa berbedanya sosok Neymar saat di Barcelona dan di Brazil. Walaupun memikul beban berat karena menjadi tumpuan utama rakyat Brazil, Neymar tampil sangat memikat dengan melesakkan 4 gol dari 3 pertandingan. Contoh lainnya adalah James Rodriguez yang tampil memukau bersama Kolombia, atau Bryan Ruiz dan Campbell yang tiba-tiba saja muncul sebagai pahlawan Kosta Rika.


 3. Dukungan Para Fans

Jauh, mahal, resiko, nonton di tv juga bisa. Piala Dunia yang diadakan di Brazil ini memang agak menyulitkan bagi para fans Eropa yang ingin mendukung langsung timnya di stadion. Kita bisa melihat setiap kali pertandingan diadakan suasana Amerika latin sangat kental pada sebagian besar penjuru stadion.

Contoh gampangnya, liat aja kelakuan kameramen yang sering menyorot dedek-dedek gemes Brazil pada setiap pertandingan. Eh itu bisa dibilang salah satu contoh gak ya? enggak ya? yaudah pokoknya suasananya Brazil banget deh.


 4. Kondisi Lapangan

Teknik dan mental berperan besar dalam keberhasilan suatu tim di Brazil. Menurut ahli dari Wall Street Journal, kondisi rumput di Brazil itu merupakan blasteran antara bijih Eropa dan Amerika Selatan, rumputnya jadi lebih kasar dibanding dengan rumput di Eropa, membuat tim-tim Eropa lebih sulit untuk menerapkan pasing-pasing cepat yang biasa mereka lakukan pada permukaan yang halus. Bahkan kondisi lapangan pada beberapa fasilitas, terutama di Manaus, memiliki rumput yang tidak rata dan permukaanya landai (bergelombang), sangat jauh berbeda  dengan apa yang biasanya digunakan oleh pemain top Eropa.

Ya memang kondisi lapangan cukup sering menjadi sorotan pada penyelenggaraan Piala Dunia kali ini. “Sekarang mah udah jauh lebih mending kang, dulu mah jangankan rumput gak rata, beling aja banyak berserakan di lapangan.” kata kang Darman petugas pemotong rumput stadion.


 5. Kutukan & Sejarah

Kalo ini sih masih mitos ya, terserah mau percaya apa enggak!

Jadi menurut sejarah, tak ada tim Eropa yang berhasil menjadi juara saat Piala Dunia digelar di benua Amerika. Dari 6 kesempatan  yang dimiliki, semuanya gagal dimanfaatkan oleh tim asal benua biru. Uruguay, Brazil, dan Argentina lah yang masing-masing memenagi 2 kali Piala Dunia yang digelar di tanah mereka sendiri.


 6. Kurang Konsentrasi

Hal ini sebenarnya biasa menimpa tim-tim Eropa dimana menurut kita mereka kebanyakan disorot kamera. Apapun kegiatan mereka semua pasti ada beritanya, dari mulai latihan, kegiatan amal, beli oleh-oleh, nongkrong di warkop, sampe nyewa wp setempat pun semua diliput oleh media. Apalagi kalo ngeliat kelakuan Ronaldo deh, di Brazil gak nyampe sebulan aja, dia udah tiga kali gonta ganti gaya rambut.

Mau gak mau, suka gak suka, berita-berita negatif yang muncul ini lah yang kemungkinan bisa membuat para pemain kurang kosentrasi saat bertanding di lapangan.

Nasi sudah menjadi bubur, mantan yang sudah pergi jangan diharapkan kembali, sekarang tim Eropa hanya menyisakan 6 kandidat yang mana akan berjibaku untuk meraih hasil semaksimal mungkin di Brazil. Mampukah Jerman, Perancis, atau bahkan Yunani menjadi negara Eropa pertama yang meraih gelar juara Dunia di Benua Amerika? patut kita saksikan kisahnya.

Suarez of the Lambs

Cooming Soon ! Film ‘Silence of the Lambs’ Versi Luis Suarez

Ashley-Young

Ucapkan Selamat Datang Pada Pemain Baru, Ashley Young Malah ‘Dibully’ Fans United