5 Dampak Panasnya Isu Politik Bagi Klub Asal Ukraina

Terjadinya konflik politik ternyata membawa dampak negatif bagi persepakbolaan di Ukraina. Krisis di beberapa wilayah timur Ukraina membuat area tersebut sangat berbahaya untuk mengadakan suatu pertandingan sepakbola.

Sudah jelas kondisi ini menuntut Ukraine Football Federation (UFF) selaku pengurus untuk melakukan perubahan yang bersifat sementara. Perubahan ini dilakukan untuk meminimalisir dampak dari konflik yang sedang terjadi, agar kompetisi lokal, maupun interlokal dapat tetap dilangsungkan di Negara penyelenggara EURO 2012 tersebut.

Berikut kita akan paparkan beberapa dampak yang telah terjadi dan yang diprediksikan akan terjadi terhadap sepakbola Ukraina akibat konflik poltik yang sedang terjadi:

1. Menciutnya Peserta Kompetisi

Kompetisi Liga utama Ukraina yang tadinya dihuni oleh 16 tim, musim depan terpaksa harus direduksi menjadi 14 tim saja. PFC Sevastopol dan FC Tavriya terpaksa dicoret UFF dari Liga Utama Ukraina berhubung lokasi mereka yang terletak di daerah Crimea yang saat ini telah bergabung ke Federasi Russia.

“Kita mengkonfirmasi bahwa terdapat peraturan baru dimana jumlah tim yang akan ikut serta dalam Liga berjumlah 14 dan turnamen akan dimulai pada 26 Juli” kata eksekutif UFF, Igor Gataullin.


 2. Migrasi Tim Daerah Konflik

Klub-klub yang berada pada zona konflik seperti Shaktar Donetsk, Metalurg, Olympic, dan Zorya Lugansk terpaksa harus numpang bermain di kota orang agar tetap bisa berkompetisi di Liga lokal.

Shaktar Donetsk yang akan bermain pada Liga Champions musim ini masih bimbang dalam menentukan stadion mana yang akan mereka pilih untuk menggelar pertandingan. Pihak UEFA sih menganjurkan Donetsk untuk sementara bermarkas di Kyev atau  Lviv yang saat ini ditetapkan sebagai zona aman.


 3. Mangkirnya Pemain Asing 

Sejauh ini telah diisukan 6 orang pemain Shaktar Donetsk dan 1 orang pemain Metalist Kharkivs yang berasal dari luar Ukraina menolak untuk kembali ke klubnya masing-masing. Isu keamanan jelas menjadi alasan mereka untuk sementara tidak kembali untuk menjalani latihan dan laga pramusim.

Enam orang pemain Shaktar Donetsk yang mangkir diantaranya, Alex Teixeira, Fred, Dentinho, Douglas Costa and Facundo Ferreyra (Argentinian), dan satu orang yang belum terkenal. Sementara Sebastian Blanco dari Metalist juga menyatakan tak ingin kembali ke Ukraina akibat tragedi penembakan pesawat beberapa waktu lalu.

Eh, tapi gak semua pemain nolak untuk balik loh! Ognjen Vukojevic, pemain Timnas Kroasia merupakan salah satu pemain asing yang menyatakan bahwa ia sudah terlanjur cinta dan tak berniat meninggalkan klubnya, Dinamo Kiev.


 4. Dihindarinya Duel Klub Russia dan Ukraina

Nah ini udah agak jelas nih, turnamen tingkat Eropa yang mempertemukan klub asal Russia melawan Ukraina tak boleh terjadi. Kalo seandainya terjadi, bisa-bisa kedua supporter yang mendukung pada bawa senjati api. Malah perang entar di stadion.

Berarti Zenit dan Dnipro yang menjadi runner up Liga di negara masing-masing akan dihindari untuk bertemu di babak kualifikasi Liga Champion.

Tapi tapi kalo misal ada tim asal Russia dan Ukraina yang terus lolos, lolos, dan lolos sampai babak final, dan akhirnya harus bertemu, itu gimana ya? Kalian udah mikir sejauh itu belum? Belum ya? Yaudah kalo belum gak usah dipikirin, biarin aja itu mah urusan FIFA dan UEFA.


 5. Dicoretnya Keikutsertaan Tim Asal Ukraina dan Russia Pada Kompetisi Eropa

Isu ini mulai berhembus setelah tragedi MH17 yang ditembak jatuh di wilayah Ukraina. Walau pelaku sebenarnya belum jelas siapa, tapi katanya UEFA akan menghukum kedua negara dengan tak membiarkan klub asal 2 negara tersebut bermain pada tingkat Eropa.

Dan katanya lagi, Manchester United adalah kandidat pengganti tim asal Russia atau Ukraina bila dicoret UEFA. WHAT ?? PLISS ?? Kenapa MU gitu? Kenapa gak sekalian aja Barcelona B dijadiin kandidat?

Haduh parah deh! Eh tapi poin yang terakhir itu masih katanya loh ya! Jangan salahin kita kalo salah, coba di cek di TV sebelah dulu makanya kalo bisa.