5 Alasan Dibalik Rapuhnya Pertahanan Spanyol

Bobroknya pertahanan Spanyol merupakan salah satu penyebab utama kekalahan telak mereka atas Belanda dini hari tadi (14/06/2014).

Lini pertahanan yang digalang Jordi Alba, Ramos, Pique, Azpilicueta, dan Casillas terbukti tidak berdaya saat 5 gol masuk ke gawang La Furia Roja. Kenapa hal itu bisa terjadi? Kenapa pertahanan kuat yang biasa dipraktekkan oleh Spanyol menjadi tidak efektif malam tadi?

Tenang pemirsa tenang. Sebagai analis dengan tingkat kesoktauan melebihi para pundit-pundit ternama, kita sudah berhasil menemukan alasan kendornya pertahanan Spanyol.

1. Formasi Absurd

Spanyol menerapkan formasi 4-3-3 yang cukup aneh dengan menempatkan Silva tepat di belakang Costa, sementara mengosongkan bagian kanan mereka. Silva bertugas mencari celah diantara kepungan gelandang Belanda, De Guzman dan De Jong. Sementara Iniesta bertugas menjadi setan yang selalu ada dimana-mana saat Spanyol menyerang. Diego Costa bertugas untuk, emm diving kali ya.

2. Peran Berat Azplicueta

Selanjutnya, sisi kanan Spanyol yang terpaksa harus dihuni oleh Azpilicueta “sendirian” jelas menjadi titik lemah. Pada menit-menit awal mungkin Azpilicueta masih bisa tenang-tenang aja, karena Belanda tampak masih gemeteran mainnya. Tapi lama-kelamaan kayanya Tim Oranye tau nih cara menyerang Spanyol gimana.

Di Eksploitasi deh tuh lini kanan Spanyol yang ditempati si jomblo, Azpilicueta. Bener aja kan, 2 gol yang diciptakan Van Persie dan Robben merupakan hasil crossing dari Blind yang menyerang melalui sisi kiri Belanda. Blind melepaskan 2 umpan yang sangat cantik tanpa adanya banyak tekanan dari Azpilicueta.

3. Bobroknya Komunikasi Bek Tengah

Sebagai pemain yang sebenarnya adalah saingan karena keduanya berasal dari tim yang bersebrangan, kita rasa komuknikasi yang terjalin antara Pique dan Ramos tidak berjalan dengan baik.

Okelah kalo lawannya adalah tim yang hanya menempatkan 1 striker di depan. Tapi malam itu terasa berbeda, Belanda menurunkan langsung 2 striker pembunuh macam Robben dan Van Persie. Duet Ramos dan Pique pun akhirnya kelimpungan, saling menyalahkan satu sama lain (dalam hati aja sih).

Komunikasi antar keduanya makin kurang efektif setelah beredar kabar bahwa Ramos seperti terus menyombongkan status La Decima Real Madrid kepada saingannya Pique.

Pique: Bro…lu yang bener dong maennya !

Ramos: La Decima …

Pique: Kita bisa dibantai nih kalo gini caranya !

Ramos: La Decima …

Pique: Lu gak bisa ngomong yang lain selain La Decima?

Ramos: La Decima …

4. Kegalauan Iker Casillas

Pada laga final 2010 lalu, Iker berhasil mengagalkan semua peluang Belanda dalam urusan mencetak gol. Namun tidak pada 2014 ini. Ia terlihat culun saat memungut bola 5 kali dari gawangnya. Apalagi satu gol yang diciptakan Belanda adalah berkat blunder yang dilakukannya.

Menurut tim investigasi yang telah kita kirimkan, Casillas ternyata sedang galau karena ia memikirkan pacar dan anaknya yang baru saja lahir yang ia tinggalkan di Spanyol.

5. Salah Strategi (Lagi)

Butuh gol untuk mengejar ketinggalan, Del Bosque malah memasukkan Fernando Torres. Dari sini aja kita semua udah tau kalo ini bakal berakhir dengan tidak baik, karena dia (Fernando) benar-benar sangat grogi ketika di depan gawang. Selain itu keputusan ditariknya Xabi Alonso ketimbang Xavi juga masih menjadi pertanyaan.

Ya apapun alasannya, yang terjadi biarlah terjadi. Ingat! pada 2010 lalu Spanyol juga kalah pada laga pertama. Ya walau gak dibantai kayak gini juga sih !