4 Alasan Menurunnya Perfoma Arsenal

Perkasa di awal musim, Arsenal justru kendor di saat-saat genting penentuan nasib mereka musim ini. Tersingkir dari Liga Champions, Keluar dari jalur perebutan gelar Liga Inggris, serta berbagai kasus pembantaian mewarnai kisah tragis Arsenal pada bulan Februari sampai Maret.

Tak heran jika saat ini fans Arsenal mulai berkoar-koar menyuarakan pendapat mereka, mengkritik sang manajer sebagai orang yang paling bertanggung jawab. Mulai lantangnya kritik yang tertuju pada Arsene Wenger, sang manajer yang telah menemani Arsenal lebih dari 1000 pertandingan, membuat kita tergugah untuk menulis tentang penurunan performa Arsenal.

Berikut beberapa alasan yang menurut kita mempengaruhi kinerja Arsenal dalam upaya mereka mengakhiri puasa gelar pada tahun ini.

1. Banyak Pemain Cidera

theo-walcott-arsenal

Masalah klasik sebenernya, namun sangat mempengaruhi performa tim secara keseluruhan, apalagi di tim yang kedalaman skuadnya masih tergolong rendah seperti Arsenal. Ramsey, Walcott, Wilshere, dan Ozil secara bergantian masuk ruang perawatan. Saat skuad inti tidak lengkap Arsenal seakan tak setangguh biasanya.

Ditambah lagi Giroud yang kebanyakan bengong dilapangan, galau setelah mengalami cidera hati pada pertengahan musim, lagi sih segala maen serong dengan model seksi! Kopong kan tuh dengkulnya.

2. Kegagalan Pada Bursa Transfer Januari

Kallstrom

Ini nih salahnya Wenger, seakan tak belajar dari pengalaman sebelumnya ketika pemain banyak yang cedera saat tengah musim, Wenger terlihat sangat pasif di bursa transfer Januari. Pasifnya Wenger membuat media akhirnya berinisiatif untuk aktif memberitakan berita-berita gak jelas tentang transfer Arsenal.

Alih-alih membeli Draxler atau Vucinic, Arsene ternyata lebih memilih mendatangkan Kallstorm, seorang pria paruh baya asal Swedia. Sedikit tua, berambut poni, dan sebenarnya percuma dibeli, karena langsung cedera saat sesi latihan pertama! Asem banget nasibmu pak.

3. Mental Tempe

tempe orek

Jika Chelsea mempunyai Lampard dan John Terry, Liverpool mempunyai Gerrard, City mempunyai Yaya Toure, dimana mereka merupakan pemain bermental baja, dihormati lawan maupun kawan, membuat lawan gentar sebelum bertanding, maka siapakah yang Arsenal miliki?

Ya emang sih ketampanan Sagna gak ada yang bisa menandingi, tapi kalo dilihat dari segi karisma pemain, Arsenal tak memiliki pemain bermental baja, yang bisa mengangkat moral tim. Ujung dari masalah ini adalah saat Arsenal melakukan partai bertajuk Big Match, mereka seperti ‘lack of leader’, akhirnya dibantai kan ama Chelsea, Liverpool, dan City. Emm gak usah sebut skor lah ya…

Bayangkan saat Arsenal masih memiliki pemain seperti Vierra, Petit, Gilberto ataupun Toure (muda) yang mana dengan menatap wajahnya saja pemain lawan udah pada merinding duluan.

4. Arsene Wenger Fokus Nyaleg

Fakta yang belum terungkap, namun bolawow udah mulai mengendus adanya unsur politik pada rezim Arsene Wenger. Semua adalah gara-gara foto ini:

SDVDVDFB copy

Wenger nyaleg atas nama partai PMI (Puasa lagi Musim Ini) nomer urut 4. Jangan lupa coblos ya….