4 Alasan Kenapa Lebih Seru Juventus Yang Lolos Ke Final Liga Champions

Pertandingan semi final Liga Champions antara Real Madrid menghadapi Juventus berlangsung sengit. Kedua tim bermain bagus. Kedua tim menunjukkan kualitas. Kedua tim memiliki karakter. Kedua tim juga layak berada di final.

Masalahnya tiket final cuma ada satu. Jadi baik Madrid maupun Juventus harus saling mengalahkan. Mereka harus saling menjatuhkan untuk bisa bertemu Barcelona di Berlin.

Setelah 180++ menit bertempur di medan perang, Juventus akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor agregat 3-2. Juventus berhak lolos ke final setelah terakhir melakukannya pada tahun 2003.

Kita sih sedikit seneng Juventus yang lolos. Bukan karena kita haters Madrid loh! Tapi dari sudut pandang kita sebagai pengamat bola yang telah terakreditasi, lolosnya Juventus merupakan sesuatu yang lebih menarik karena….

1. Biar Terasa Aroma Liga Champions

Liga Champions kan kompetisi antara klub-klub top Eropa ya, jadi pada hakekatnya lebih afdol kalo tim yang bertemu dipartai puncak adalah tim dari kompetisi yang berbeda.

Juventus dari Italia dan Barcelona dari Spanyol kayanya emang lebih menarik ditonton ketimbang All Spanish Final antara Real Madrid melawan Barcelona.

2. Bosen Ah El Clasico Melulu

Bosen gak sih, tiap hari kita udah dicekokin sinetron, masa final Liga Champions harus sinetron juga? Entah kenapa kalo El Clasico itu drama telenovelanya kentel banget. Pemain dari kedua kesebelasan tau-tau jadi pada ringkih, jadi pada bawel, jadi pada kaya reman.

Siklusnya ya gitu-gitu aja, diving, berantem, kartu kuning, penalti, gol, diving lagi, berantem lagi, Pepe nendang Messi, kartu kuning, Neymar di-bully, Sergio Ramos kartu merah, gol, berantem lagi. Ya emang seru sih, tapi bosen aja.


3. Luis Suarez vs Patrice Evra

Permusuhan antara Suarez dan Evra pada masa-masa mereka di Liverpool dan Manchester United, hingga kini belum mencapai kata damai. Belum ada salaman, belum ada pernyataan permintaan maaf. Jadi secara overall, kedua pemain kayanya masih menyimpan dendam satu sama lain.

Kalo kamu tanya, akar dari permasalahan ini waktu itu adalah gara-gara kasus rasisme.


4. Luis Suarez vs Giorgio Chiellini

Lain halnya dengan rivalitas dengan Evra, kasus Suarez dan Chiellini sebetulnya telah mereda. Secara personal, kedua pemain telah saling memaafkan.

Tapi tetep aja, yang namanya emosi di lapangan sulit untuk dikendalikan. Terlebih kedua pemain bersaing untuk mendapatkan gelar jawara Eropa bagi timnya masing-masing.

Jadi gimana? sependapat kan sama kita? Emm, kalo kamu bukan fans Madrid sih pasti iya-iya aja ya?