4 Alasan Dibalik Pemecatan Carlo Ancelotti

Real Madrid secara mengejutkan mengumumkan pemecatan Carlo Ancelotti pada Selasa (26/05) dini hari waktu Bekasi dan sekitarnya. Pengumuman tersebut secara resmi diambil manajemen Real Madrid, dan disampaikan kepada media oleh Florentino Perez.

Jagat persepakbolaan pun langsung hebring! Kenapa Madrid memecat Ancelotti? Padahal manajer asal Italia itu adalah orang yang berhasil membawa Ronaldo cs meraih gelar La Decima tahun kemarin.

Bukan cuma kita-kita aja yang kaget, fans Madrid sendiri bahkan kaya gak setuju gitu dengan keputusan manajemen memecat Don Carlo. Fans bahkan maunya Florentino Perez aja yang cabut dari Real Madrid.

Tapi bagaimanapun, manajemen pasti punya alasan tersendiri mengapa mereka memberhentikan Carlo Ancelotti. Dan berikut menurut kita alasan dibalik pemecatan menggegerkan ini:

1. Kegagalan Musim Kedua

Musim pertama Ancelotti di Real Madrid memang merupakan musim impian setiap pelatih. Real Madrid menjadi jawara Liga Champions dan Copa del Rey. Real Madrid juga menjuarai turnamen yang membuntuti turnamen tersebut, seperti Super Eropa dan Piala Dunia antar klub.

Musim kedua Ancelotti kemudian sedikit berantakan. Walau sebenernya performa Madrid gak buluk-buluk banget, tapi kegagalan meraih 1 gelar prestius berandil besar pada era Ancelotti. Emm, padahal Real Madrid sempet meraih 22 kemenangan beruntun tuh! Tapi kalo ujung-ujungnya puasa gelar, buat apah?


2. Standar Tinggi Real Madrid  

Berkaitan dengan poin sebelumnya, kegagalan Ancelotti pada musim keduanya di Real Madrid berbuntut pada tak tercapainya ekspetasi manajemen. Investasi besar Real Madrid pada skuad utama Ancelotti tak berbanding lurus dengan output yang dihasilkan.

 

“Selama dua tahun, Carlo Ancelotti telah memenangkan banyak hati dari manajemen dan pribadi saya dan juga para fans. Carlo adalah bagian dari sejarah kami. Tapi seperti yang kita tahu, tuntutan di Madrid sangat tinggi. Kami pikir ini adalah saatnya gebrakan baru untuk memenangkan gelar dan meraih daya saing maksimal.” ucap Perez saat konferensi pers

Kita sebenernya sih gak tau pasti standar yang harus dicapai oleh pelatih Real Madrid setiap musimnya. Tapi dengan power yang sebegitu besar yang dimiliki Madrid mungkin ekspetasi manajemen pada Ancelotti adalah:

– Memenangkan kembali Liga Champions dimana belum ada satu pun klub yang berhasil melakukannya.
– Kalah sekali dua kali gapapa lah! Tapi ya gak 4-0 juga kali! Dari Atletico Madrid pula.
– Gimana Cara Trio BBC (Bale Benzema Cristiano) harus lebih hebat ketimbang MSN (Messi Neymar Suarez).
– Menjuarai seenggaknya 1 kompetisi lokal. Kalo gak La Liga yan Copa del Rey lah.
– Memenangi 30 laga berturut-turut supaya bisa mecahin Guinness World Record.


3. Ancelotti Kurang Fasih Berbahasa Spanyol

“Akan bagus jika manajer baru kami berbicara bahasa Spanyol.”

Menilik dari pernyataan Perez yang menuntut pelatih Madrid selanjutnya harus lancar berbahasa Spanyol, maka kita menyimpulkan bahwa Florentino Perez atau manajemen kurang sreg dengan Ancelotti karena sang pelatih gak bisa atau kurang pandai berbahasa Spanyol.

Sebagai gantinya Madrid bisa menunjuk, Rafael Benitez yang memang asli orang Spanyol, atau…

– Jurgen Klopp yang baru bisa Bahasa Spanyol:

– David Moyes yang juga mulai lancar berbahasa Spanyol


4. Kegagalan Merekrut Lord Bendtner

Tak diragukan lagi, kegagalan Ancelotti merekrut Lord Nicklas Bendtner adalah dosa terbesar Ancelotti di Real Madrid.

Sekian analisis dari kami, kurang lebihnya silahkan dinyatakan dikolom komentar!