3 Cara Untuk Mengembalikan Gairah Suatu Klub Sepakbola

Melewati beberapa musim dengan monoton tanpa gelar tapi juga tidak terdegradasi banyak dialami oleh klub medioker Eropa, dimana setiap musim pasti dilewati dengan kemenangan dan kekalahan yang didapat secara adil dan merata.

Bosan, mungkin itulah yang dirasakan oleh perangkat klub, baik manajemen, pemain, maupun para fans. Setiap pertandingan terasa kurang bergairah, seperti hidup segan mati tak mau. Yaudah terpaksa para klub medioker pasrah menerima julukan sebagai “tim hore”, tim dengan misi “yang penting bertahan di kasta teratas”.

Bagi klub yang menjalani musimnya secara monoton, butuh suatu penyegaran, suatu cara untuk mengembalikan pamor dan gairah yang hilang. Maka dari itu kita akan memberikan beberapa cara untuk melakukan hal tersebut:

1. Memiliki Owner Gila

ST_20131025_JAGCARDIFF_8_3895376e

Cara pertama dapat dilakukan melalui orang yang paling utama di klub, yakni seorang owner klub. Seorang owner adalah orang yang paling memungkinkan untuk mengangkat pamor dirinya pribadi serta klub miliknya.

Gelontoran uang yang dapat ia sumbangkan untuk tim agar membeli pemain bagus dapatĀ  menjadi salah satu cara untuk menaikkan target tim, setidaknya untuk berburu tiket Eropa. Selain menggunakan uang, kelakuan owner yang geblek serta nyentrik juga bisa mempermudah menaikkanan ketenaran tim seperti yang sudah dilakukan oleh Vincent Tan.

2. Manajer Kontroversial

29200

Cara kedua adalah cara yang paling cepat dan paling beresiko. Memiliki manajer kontroversial seperti Paolo Di Canio, Alan Pardew, ataupun Jose Mourinho diyakini mampu menaikkan pamor suatu tim. Kelakuan konyol mereka di pinggir lapangan serta omongan ceplas ceplos saat sesi wawancara pasti akan banyak menarik minat media.

Tips aja sih, bagi klub-klub yang mau melakukan hal ini, tolong siapkan dana khusus untuk bayar denda-denda yang disebabkan oleh sang manajer kontroversial.

3. Cheerleaders

gangnam

Menyiapkan cheerleaders dan cabe-cabean di pinggir lapangan ketika ada pertandingan adalah cara yang paling asyik menurut kita. Hal ini juga merupakan salah satu cara untuk menaikkan jumlah penonton yang hadir ke stadion, apalagi kalo panpel pertandingan juga menyiapkan door prize.

gairah 1.jpg

Kita sih yakin para penonton gak akan bisa fokus menikmati jalannya pertandingan, apalagi jika kameramennya pada tergoda, lalu terus menerus menyorot belahan-belahan para cheerleaders yang ada di pinggir lapangan.

Selain itu kehadiran cheerleaders ini juga beresiko menimbulkan terdapatnya cairan serta bercak aneh di dalam stadion. Coba cek Selhurst Park, kandangnya Crystal Palace deh, pasti banyak noda-noda aneh di bangku penonton maupun di dinding-dinding stadion tersebut.

Udah ah segitu aja, semoga cara yang ketiga tadi banyak diikutin oleh klub-klub bola yang ada di Indonesia maupun di Eropa.