3 Alasan Van Gaal Memasukan Krul Pada Babak Adu Penalti

Malam itu Van Gaal tiba-tiba saja menarik keluar kiper utamanya, Cillessen dan menggantikannya dengan Tim Krul pada menit 120 kala mereka menghadapi Kosta Rika di babak Perempat Final.

What! Menit 120?

Yap bener banget, Van Gaal memasukkan Krul hanya untuk menjadi penjaga gawang pada babak penalti.

Semua orang bingung! Semua orang berspekulasi! Strategi macam apa itu? Apa itu salah satu strategi black campaign dari Van Gaal?

Ya apapun keputusannya pasti Van Gaal mempunyai alasan tersendiri, dan inilah menurut kita alasan Van Gaal menurunkan Krul pada babak adu pinalti:

1. Memiliki Postur Tubuh Lebih Baik

Tinggi badan adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi daya jangkau seorang kiper. Tim Krul memiliki tinggi 1.93 m sementara Cillessen 1.88 m, perbedaan satu jengkal inilah yang mungkin menjadi filosofi Van Gaal untuk menjadikan Krul sebagai seorang super sub.


2. Tampang Sangar

Cillessen ini adalah orang yang paling santai pada pertandingan tersebut, walaupun bermain full time selama 120 menit,  kerjaan dia sebenarnya tak kurang tak lebih dari planga plongo di bawah mistar. Eh dia melakukan satu penyelamatan krusial deh pada babak perpanjangan waktu. Yaudah tapi itu aja satu, wong Kosta Rika aja mainnya bertahan abis, ya otomatis dia emang gak ada kerjaan juga.


Cillessen Menendang Botol Saat Digantikan oleh Tim Krul

Van Gaal mungkin sudah mempertimbangkan, apakah ia akan mempertatuhkan nasib Belanda di tangan Cillesssen,  pemuda dengan wajah kalem seperti anak pesantren, atau menempatkan Krul dengan tampang Bad Boy sebagai perjudian.

Keputusan yang diambil Van Gaal terbukti tepat kala Tim Krul masuk. Kiper asal Newcastle itu langsung petakal petikil di lapangan, tos sana tos sini, berbicara kepada lawan, mengganggu konsentrasi eksekutor Kosta Rika, dan akhirnya berhasil menyelamatkan 2 tendangan pinalti dari pemain Kosta Rika.


3. Mind Games

Ternyata semua memang udah merupakan rencana dari Van Gaal. Pelatih baru MU ini memang sengaja mempersiapkan Krull sejak awal untuk babak pinalti.

“Semua kiper memiliki kualitas yang spesifik. Kami sudah obrolin soal cara dan urutan pemain Kosta Rika menendang penalti, jadi ya doi sudah siap,” jelas Van Gaal seperti dikutip dari AFP.

Sementara itu Krul juga bilang bahwa ia  dan staff pelatih telah mempelajari arah tendangan penalti para pemain Kosta Rika. Tapi entah apa yang dipelajari oleh mereka, yang jelas Krul bisa menebak semua arah tendangan yang dilakukan oleh pemain Kosta Rika. Hebaaat !!

Belanda berhasil lolos, mengakhiri cerita manis tim underdog, melalui aksi sang pahlawan 10 menit, Tim Krul.