3 Alasan Kenapa Transfer Mathieu ke Barcelona Begitu Kontroversial

Transfer Mathieu ke Barca bisa dibilang menuai kotroversi. Eits, bukan hanya untuk pihak Barcelona aja,  pihak Valencia pun kerap mempertanyakan keputusan sang pemain. Mengapa? Yuk disimak dulu analisis sotoi cenderung gak bener dari Bolawow:

1.Kemahalan!

Banyak pihak menyangkal kedatangan Mathieu ke Barcelona merupakan blunder dari Luis Enrique. Mathieu memang seorang pemain dengan kualitas tim utama, namun apakah harga “deal” senilai € 20 juta itu wajar?

Menurut kita harga tersebut terbilang sangat mahal untuk bek tengah yang sudah tidak muda lagi. Mathieu akan genap berumur 31 tahun pada Oktober mendatang. Tapi ya namanya juga tim kaya, gengsi lah sama tetangga kalo beli pemain murah!

Eh eh tau gak? Jeremy Mathieu merupakan bek termahal usia 30 tahun keatas sepanjang masa loh!

2. Valencia Untung/Rugi?

Kalo dari segi finansial, penjualan Mathieu ini bisa dibilang untung, untung banget malah. Namun perlu diketahui, posisi Jeremy Mathieu nyaris tak tergantikan di kubu Los Ches. Pada setiap pertandingan, Mathieu selalu mengisi starting 11 Valencia.

Sekarang yang jadi masalah adalah bagaimana Valencia menambal kekosongan yang ditinggalkan Mathieu. Biasanya sih, mereka godok pemain baru lagi. Ya maklum namanya juga tim jualan. Hhihihi Pisss!

3. Udah Tua Kok Labil!

Pasti pada belum tau nih! Jadi sebelum bursa transfer dibuka tuh, Mathieu sempat mengeluarkan statement bahwa dirinya meminta kepada agent untuk menolak semua tawaran yang datang! Angin segar untuk fans Valencia.

Setelah ditelisik, Mathieu bahkan membuat tato berlambang Valencia pada betis kirinya, menandakan loyalitas sang pemain.

Namun kayannya Mathieu gak pernah menyangka tawaran yang melayang adalah dari kubu Barcelona. Mathieu galau mendadak! Bahkan ia sempat menemui ahli spiritual pribadinya untuk membicarakan masalah ini.

Realita tak semanis ucapan sang pemain, Jeremy Mathieu kini telah resmi bergabung dengan Barcelona. Dan Valencianista lagi-lagi harus kehilangan pemain idola mereka. Sungguh sebuah ironi.